Selasa, 29 Maret 2016

STRUKTUR FUNGSI JARINGAN TUMBUHAN

Struktur  Fungsi Jaringan Tumbuhan

 http://image.slidesharecdn.com/jaringantumbuhan1-130927002240-phpapp01/95/jaringan-tumbuhan-49-638.jpg?cb=1380241474
        Tumbuhan tersusun atas berbagai jaringan. banyaknya pengetahuan tentang struktur jaringan menyebabkan kesulitan dalam memberi definisi yang tepat suatu jaringan. Definisi jaringan adalah sekelompok sel dengan asal usul, struktur, dan fungsi yang sama.
tree1
        Anatomi tumbuhan adalah kajian tentang letak dan fungsi organ pada tumbuhan. Anatomi tumbuhan mengkaji tentang susunan dan bentuk-bentuk bagian dalam organ-organ tumbuhan. Anatomi tumbuhan juga mengkaji fungsi tumbuhan yang dinamis dan disertai pemahaman mengenai sel dan jaringan (Hidayat. 1995 : 7) 

        As in other organisms, teh basic structural and functional unit  plants is the cell. Plants have envolved a variety of cell types, each specialized for particular functions. Like animal cells, plants cells are organized into tissues. A tissues is a group of cells that forms a structural and functional unit. Simple tissues are composed of only one kind of cell, where as complex tissues have two or more kinds of cells (Solomon. 2008 : 700). 

      Jaringan adalah sekelompok sel sel yang memiliki struktur dan fungsi sama. Berdasarkan aktivitas pembelahan selselama fase pertubuhan dan perkembangan sel/jaringan tumbuhan (Kurnadi. 1988 : 83). Pada organisme mutlisel seperti tumbuhan, sel sel penyusun tubuhya disusun menjadi rakitan yang bekerjasama yang disebut jaringan. Selanjutnya dengan gabungan yang bervariasi, jaringan-jaringan tersebut disusun menjadi kesatuan fungsional yang disebut organ (Reksoatmodjo. 1993 : 227). 

        Pada tumbuhan, terdapat 2 jaringan utama yaitu jaringan meristem dan jaringan dewasa. Jaringan meristem ialah jaringan yang sel sel penyusunnya aktif membelah. Berdasarkan letaknya, meristem dibagi menjadi 3 yaitu meristem apikal, lateral dan interkalar. Lalu, jaringan dewasa adalah jaringan yang sudah tidak aktif membelah lagi, yaitu jaringan parenkim, jaringan penyokong, jaringan periderm dan jaringan transport (Claudes. 1984 : 59). Masing-masing organ muda pada daun, batang atau akar memiliki tiga sistem jaringan yaitu sistem jaringan dermal. Sistem jaringan pembuluh (vaskuler) dan sistem jaringan dasar. Masing-masing jaringan berhubungan diseluruh tumbuhan (Campbell. 2008 : 319). Berikut adalah tabel mengenai sistem jaringan dan fungsinya  

                                                 Tabel 1. Tissue system and main functions of tissue
Tissue system
Tissue
Main functions of tissue
Ground tissue system
Parenchyma tissue

Storage, secretion, photosynthesis
Collenchyma tissue
Support
Sclerenchyma tissue
Support, strength
Vascular tissue system
Xylem

Conduction of water and nutrient minerals
Phloem
Conduction of sugar in solution
Dermal tissue system
Epidermis

Protective covering over surface of plant body
Periderm
Protective tissues called periderm replace the epidermis in older regions of stems & roots
Sumber : Solomon. 2008 : 703
 
  1. Sistem jaringan dermis 
jaringan epidermis tumbuhan
Gambar 2 jaringan dermis
Sumber gambar : biologiumums.blogspot.com
 
        Sistem jaringan dermal merupakan lapisan tunggal sel-sel yang terbungkus rapat dan     menutup serta melindungi bagian muda tumbuhan dan suatu bentuk pertahanan dari serangan patogen atau kerusakan fisik. Selain itu juga memiliki fungsi sesuai dengan organ yang ditutupi (Campbell. 2003 : 303). Sistem jaringan dermal juga berperan dalam pengambilan air dan ion ion pada akar, dan pengaturan pertukaran gas pada daun dan batang (Syamsuri. 2004 : 92). Sistem jaringan dermal terdiri dari :  
  • Jaringan Epidermis 
         Jaringan epidermis merupakan jaringan paling luar yang menutup permukaan organ tumbuhan seperti daun, bagian bunga, buah dan biji serta batang dan akr sebelum mengalami penebalan sekunder. Jaringan epidermis berfungsi sebagai pelindung jaringan yang ada di bagian dalamnya. Bentuk, ukuran, susunan dan fungsi sel epidermis berbeda-beda pada berbagai jenis organ tumbuhan  (Syamsuri. 2004 : 94). Ciri-ciri jaringan epidermis pada tumbuhan umumnya sebagai berikut : 
  1. Terdiri dari sel sel hidup  
  2. Berbentuk persegi panjang  
  3.  Sel selnya rapat dan tidak memiliki ruang antar sel  
  4. Tidak memiliki klorofil 
  5.  Di dinding sel jaringan epidermis bagian luar, yang berbatasan dengan lapisan udara mengalami penealan, namun dinding sel jaringan epidermis bagian dalam yang berbatasan dengan jaringan lain tetap tipis 
  6. Mampu membentuk derivat epidermis (Fahn. 1995 : 71) 
      Beberapa bentuk khusus sel epidermis yang terdiferensiasi struktur dan fungsinya antara lain :   
                    1. Stomata (mulut daun)
                               Stomata merupakan suatu celah pada bagian jaringan epidermis yang dibatasi oleh
                dua sel penjaga. Sel penjaga berisi kloroplas dan mempunyai bentuk yang berlainan dengan
                sel epidermis sebagai sel asalnya. Stomata berfungsi sebagai pintu:   
 
Gambar 3 Stomata
Sumber gambar : elisa.ugm.ac.id
  • Masuknya CO2 dan udara serta keluarnya O2  pada waktu fotosintesis  
  •  Penguapan (transpirasi) 
  •  Pernapasan (respirasi)
                     2. Trikoma
Trikoma merupakan apendik yang berasal dari sel sel epidermis. Trikoma terdapat dalam bentuk yang bervariasi dan biasanya ditemukan pada seluruh bagian tumbuhan. Rambut akar juga merupakan bentuk lain dari trikoma yang memiliki dinding sel tipis dan vakuola yang besar (Syamsuri. 2004 : 57). 



             

                                 Gambar 4 Trikoma            
            Sumber gambar : taufanaffandy.wordpress.com 
Fungsi lain trikoma antara lain :  
  • Sebagai kelenjar yang mengeluarkan zat seperti terpen, garam dan gula  
  •  Mengurangi penguapan (pada epidermis daun) 
  •  Meneruskan rangsang 
  • Melindungi tumbuhan dari gangguan hewan 
  • Membantu penyebaran biji  
  • Sebagai penghasil nektar  

                         3.  Lentisel 
 
Gambar 5 Lentisel
Sumber gambar : www.plengdut.com
                                       Lentisel berfungsi seperti stomata yaitu sebagai tempat keluar masuknya gas 
                         gas ke dalam tumbuhan yang terdapat  pada batang (Albert. 1989 :114) 
                         4. Periderm
The periderm consist of phellem, phellogen and phelloderm. The phellogen develops in the epidermis, the cortex, the phloem or the root phericycle and produce phellem toward the outside and the phelloderm toward the inside (Pandey. 1982 :8).  Pada tumbuhan  yang sudah mengalami pertumbuhan sekunder, akar dan batangnya sudah tidak lagi memiliki jaringan epidermis. Jaringan periderm ini telah menggantikan epidermis di daerah-daerah yang lebih tua pada batang dan akar (Campbell. 2008 : 219)

    2. Sistem jaringan dasar
            Sistem jaringan dasar ini terletak diantara jaringan dermis dan jaringan vaskular. Jaringan ini juga bertanggung jawab untuk sebagian besar fungsi metabolik tumbuhan itu sendiri. Jaringan dasar yang terletak dibagian internal dari jaringan vaskuler disebut empulur, lalu jaringan yang terletak dibagian eksternal jaringan vaskular disebut korteks (Campbell. 2008 : 320-321). Sistem jaringan dasar terdiri dari :
a)      Parenkim
Jaringan parenkim merupakan suatu jsringsn yang terbentukdari sel-sel hidup, dengan struktur morfologi yang bervariasi dan masih melakukan segala kegiatan proses fisiologis (Kurniadi, 1998:87).
    Parenkim merupakan bagian utama sistem jaringan dasar dan terdapat pada berbagai organ tumbuhan. Parenkim terdiri dari sel hidup yang bermacam-macam bentuk sesuai fungsinya. Karena merupakan sel hidup, sel parenkim masih dapat membelah, jadi parenkim berperan penting dalam penyembuhan luka dan regenerasi. Bentuk sel parenkim besar-besar dan memiliki dinding sel tipis. Fungsi utamanya adalah sebagai tempat cadangan makanan dan sebagai jaringan  penyokong (Hidayat,1995: 55).
         Gambar 6 Parenkim
Sumber gambar : mastugino.blogspot.co.id    
    Sel-sel parenkim dewasa memiliki dinding sel primer relatif tipisdn lentur, dan sebagian besar tidak memiliki dinding sekunder. Sel parenkim melakukan metabolik tumbuhan, mensintesis, danmenyimpan produk organik. Sel parenkim pada daun melakukan fotosintesis di kloroplas, beberapa sel parenkim pada batang dan akar menyimpan pati di plastida yang tidak meiliki warna. Semua sel tumbuhan yang berkembang pada umumnya memiliki struktur sel parenkim yang sama, dan akan mengalami spesialisasi struktur dan fungsi (Campbell dkk, 2003:299).
Berdasarkan bentuknya, parenkim dibedakan menjadi:
1. Parenkim palisade, merupakan parenkim penyusun mesofil, kadang pada biji berbentuk sel yang panjang, tegak, dan mengandung banyak koroplas.
2. Parenkim bunga karang, juga merupakan parenkim penyusun mesofil daun. Bentuk dan ukurannya tidak teratur dengan ruang antarsel yang lebih besar.
3. Parenkim bintang (aksinenkim), berbentuk seperti bintang bersambugan ujungnya dijumpai pada tangkai daun Canna sp.
4. Parenkim lipatan, dinding selnya mengadakan lipatan ke arah dalam serta banyak mengandung koroplas, dijumpai pada mesofil daun pinus dan padi (Hidayat, 1995:213).
b)      Kolenkim 
 Gambar 7 Kolenkim
Sumber gambar : biologiklaten.wordpress.com
Kolenkim terbentuk oleh sejumlah sel memanjang yang menyerupai sel prokambium. Sel kolenkim adalah sel hidup, bentuknya sedikit memanjang, dan pada umumnya memiliki dinding yang tak teratur penebalannya. Sel kolenkim hanya memiliki dinding primer, lunak, lentur tak berlignin. Kolenkim bertugas sebagai penyokong pada tumbuhan muda. Kolenkim bersifat plastis dan dapat merenggang (Hidayat,1995: 58)
    Jaringan kolenkim berperan penting sebagai jaringan penguat terutama pada organ-organ tumbuhan yang masih aktif mengadakan pertumbuhan dan perkembangan (Kurniadi, 1988: 90).
c)      Skelerenkim 
 
Gambar 8 Sklerenkim
Sumber gambar : www.kehidupankita.com
Sklerenkim adalah jaringan yang terdiri dari sel dengan dinding sekunder yang tebal, yang dapat berlignin atau tidak. Fungsi utamanya sebagai penyokong. Sel sklerenkim memiliki sifat elastis, biasanya skleenkim diagi menjadi serat dan sklereid, serat sklerenkim adalah sel panjang, sedangkan sklereid adalah sel pendek. Dinding sel skerenkim pada waktu dewasa umumnya sel bersifat mati (Hidayat,1995:62).
Ciri-ciri jaringan skerenkim:
a.   Selnya telah patah dengan dinding sel tebal
b.   Dinding sekunder yang tebal
c.   Bersifat kenyil, pada umumnya tidak lagi mengandung kloroplas
d.  Sel-selnya lebih kaku daripada kolenkim, sel sklerenkim tidak dapat memanjang (Syamsuri, 2004:213).
3.   Sistem Jaringan Vaskular
Sistem jaringan vaskular erguna untuk trnsportasi bahan-bahan atau zat-zat yang dibutuhkan tumbuhan. Jaringan vaskular akaratau batang secara kolektif disebut stele. Sedangkan sistem jaringan vaskular terdiri dari xylem dan floem (Campbell, 2008:320).
Ciri yang membedakan tumbuhan vaskular dengan non-vaskular terletak pada jaringan yang terspeialisasi konduktif dan sebuah mekanisme khusus yang memungkinkan transportasi air serta garam dan mineral pada jarak yang jauh. Sistem ini adalah xylem dan floem (Dickison,2000:86).
Tipe berkas berdasarkan letak floem terhadap xilem:
a.       Berkas kolateral
Floem dan xylem berdampingan, terdapat 2 tipe:
1)  Berkas kolateral terbuka, terdapat kambium antara floem dan xilem. Berkas ini ada pada tumbuhan dikotil.
2)  Berkas kolateral tertutup, tidak terdapat kambium, dan letak berkasnya tersebar, contoh tumbuhan monokotil.
b.      Berkas bikolateral, xilem diapit floem luar dan floem dalam, batas xilem dan floem luar adalah kambium, sedangkan antara xilem dan floem dalam adalah parenkim penghubung.
c.       Berkas konsentris
1)  Konsentris amfivasal, xilem mengelilingi floem.
2)  Konsentris amfikribal, xilem dikelilingi floem.
d.      Berkas radial, yakni pada akar, letak xilem dan floem berganti-ganti (Sumardi,1992:58-59).

Gambar 9 Xylem dan Floem
Sumber gambar : www.slideshare.net
  1. Xylem
                     Xylem merupakan jaringan kompleks yang terdiri dari sel mati ataupun hidup. Sel yang paling karakteristik adalah trakeid dan trakea yang berfungsi mengangkut air, sekaligus berfungsi pula sebagai penguat karena dindingnya mengalami penebalan. (Sumardi, 1993:49).
Susunan xilem:
  •  Trakeid adalah sel-sel tumbuhan yang dindingnya mengalami lignifikasi dan selnya akan mati setelah dewasa. Trakeid ini berfungsi untuk unsur penopang dan pengangkut air. Trakeid merupakan komponen penyusun berkas vaskuler xilem yang berbenuk lancip dan panjang,serta memiliki dinding sel berlubang-lubang atau yang disebut pit(celah). 
  • Komponen pembuluh, merupakan sel-sel silinder yang mati setelah dewasa dan tidak mengandung protoplas, dengan bagian ujungnya saling bersatu membentuk sebuah tabung pengangkut air bersel banyak. Komponen pembuluh mencakup berbagai tipe sempit dengan papan perforasi skaliform (Syamsuri, 2004:111-112)
2.Floem
Floem tersusun atas buluh tapisan, sel pengiring parenkim, serat dan sklereida. Merupakan jaringan pengangkut hasil fotosintesis, yang berasosiasi dengan xilem (Sumardi, 1993:53).
Floem memiliki dinding yang berpori, dan selnya akan tetp hidup saat terjadi kematangan fungsional, akan tetapi tidak memiliki nukleus (Campbell dkk, 2003:301).
1)      Komponen pembuluh tapis, merupakan sel-sel memanjang yang ujungnya bersatu membentuk suatu pembuluh. Komponen pembuluh tapis terdiridari sel-sel yang hanya berfungsi selama sel-sel tersebut hidup (Albert, 1989:124).
2)      Sel pengiring, merupakan sel yang berukuran lebih kecil dibandingkan sel penyusun komponen pembuluh tapis. Sel pengiring berperan untuk memberi
     Tumbuhan dapat dibedakan menjadi tumbuhan monokotil dan dikotil. Tumbuhan dikotil adalah tumbuhan yang berbiji belah atau berkeping dua. Sedangkan tumbuhan monokotil adalah tumbuhan biji berkeping satu.
Tabel 1. Perbandingan Tumbuhan Monokotil dan Dikotil

Jenis
Embrio
Tulang daun
Batang
Akar
Bunga
Monokotil
Satu kotiledon
Umumnya paralel atau sejajar
Berkas vaskuler umumnya tersusun secara kompleks
Serabut
Umumnya kelipatan tiga
Dikotil
Dua kotiledon
Umumnya menjari
Berkas vaskuler umumnya tersusun dalam bentuk lingkaran
Tunggang
Umumnya kelipatan empat atau lima

Sumber: Campbell dkk,2003:294.

 Untuk referensi lain tentang struktur dan fungsi jaringan tumbuhan dapat klik disini

       Untuk unduh file bisa klik disini

Untuk lebih memperjelas lagi tentang struktur dan fungsi jaringan tumbuhan dapat silahkan tonton video ini



 
Video Struktur dan fungsi jaringan tumbuhan
sumber : https://www.youtube.com/watch?v=3nmXnGBK9rA

Latihan soal klik disini
Setelah masuk laman murid:
1. memasukkan  ikada6202455 sebagai Username dan bismillah sebagai password
2. klik Started Quizzes
3. pilih Take
4. klik Start Quiz
 kerjakan  soal dengan materi yang telah tercantum di blog. Selamat mencoba ^_^


Daftar Pustaka :
Albert, B. 1989. Molecular Biology of The Cell 2. New York: Garland Pub Inc.
Campbell, Neil. A, dkk.2008. Biologi. Jakarta: Erlangga.
Campbell, Neil. A, dkk.2003. Biologi Jilid 2 Terjemahan. Jakarta: Erlangga.
Claudes, Ville A.1984. Biologi Dasar. Jakarta: Erlangga.
Dickson, William. 2000. Interogative Plant Anatomy. USA: Academic Press.
Fahn, A. 1995. Anatomi Tumbuhan Edisi 3. Yogyakarta: UGM Press.
Hidayat, Estiti B.1995. Anatomi Tumbuhan Berbiji. Bandung: ITB.
Kurniadi, K.A. 1998. Dasar-dasar Anatomi dan Fisiologi Tubuh Manusia.Bandung: Biologi Press.
Paliwal, R.L. 2000. Tropical Maize Morphology. Rome: United Nations.
Pandey. 1982. Plant Anatomy. New Delhi: S.Chand.
Pitojo. 2005. Kacang Tanah. Jakarta: Erlangga.
Reksoatmodjo, Issoegianti.1993. Biologi Sel. Yogyakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.
Solomon. 2008. Biology Eight Edition. USA: Thomson Brooks/Cole.
Sumardi, Issirep dan Pudjoarinto, Agus. 1992. Struktur dan Perkembangan Tumbuhan.Yogyakarta:    
          UGM.
Sumardi, Issirep. 1993. Struktur dan Perkembangan Tumbuhan. Yogyakarta: Departemen 
          Pendidikan dan Kebudayaan.
Suparman, L.C. 2001. Serat Kapas dan Pembudidayaannya. Bandung: Elang Production.
Syamsuri, Istamar. 2004. Biologi. Jakarta: Erlangga


 

0 komentar: